Kamis, 28 Oktober 2010

Pekan Batik Nusantara di Kotaku :))





Dr. J. Brandes mengatakan bahwa batik berasal dari zaman yang sama dengan gamelan, wayang, syair, barang-barang logam, pelayaran, ilmu falak, dan pertanian. Menurut para ahli sejarah zaman yang disebutkan Dr. J. Brandes itu terjadi pada abad ke-8, yaitu zaman Sriwijaya. Batik yang terbuat dari bahan tekstil tidak kuat dalam ratusan tahun. Apalagi banyak bencana alam yang mempermudah benda-benda tersebut rusak. Untuk membuktikan bahwa zaman tersebut sudah ada batik adalah membandingkan dengan kebudayaan lain. Kebudayaan yang digunakan sebagai bahan perbandingan adalah arca (patung) yang terdapat pada candi-candi.
Seperti kita ketahui, bahwa pada arca-arca kita temukan gambaran manusia yang memakai pakaian dengan motif-motif tertentu. Arca-arca tersebut merupakan penggambaran budaya yang sudah ada pada zaman tersebut. Arca-arca tersebut digambarkan mengenakan kain batik. Simpulannya bahwa zaman itu sudah ada kebudayaan batik.
Batik merupakan kain yang dihasilkan dari proses pewarnaan celup rintang yang menggunakan lilin atau malam. Dalam hal ini, yang disebut batik adalah batik tulis, batik cap, serta batik kombinasi cap dan tulis. Karena itu, kain dengan motif batik tetapi dibuat dengan teknik printing tidak dapat disebut batik, meskipun motifnya mirip dengan batik.

Untuk melestarikan batik yang ada di Indonesia Pemerintah menyelenggarakan Pekan Batik Nusantara. Ratusan perajin batik akan memamerkan hasil karyanya pada Pekan Batik Nusantara yang akan diselanggarakan pada 26-30 Oktober 2010 mendatanag. Perhelatan besar ini diselanggarakan untuk yang keempat kalinya di sentra batik kota Pekalongana dengan tema “Batik Menembus Ruang dan Waktu”. Berbagai acara akan ditampilkan dalam pekan batik ini, dianataranya Pamrarn Batik Nusantara, Pekalaongan Great Sale, Talk Show Batik Nusantara, Pestga Kuliner dan berbagai lomba Desain Logo, serta Survenir Pekan Batik Internasional Ke-3, 2011 mendatang.
Dalam Pekan Batik Nusasntara kali ini ada sekitar 100 stan batik, 60 stan kuliner, dan 90 stan lain yang akan dibuka di lapangan Jatayu. Penye lenggaraan Pekan Batik Nusasntara diharap dapat mampu mendongkrak pengrajin batik di Kota Pekalongan khususnya dan kota-kota lain pada umumnya, transakainya besar, dan pengrajin batin mendapat order yang lebih besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar